
Selasa kemarin, saya bersama
beberapa teman-teman kantor menjalani medical check up rutin di RS Siloam,
Karawang. Terakhir kali saya melakukan medical check up ialah saat saya sedang
menjalani tes masuk di kantor saya sekarang ini, sekitar 1 tahun dan 6 bulan
yang lalu. Total, ini adalah medical check up saya yang ketiga. Hanya saja,
bila hanya dihitung medical check up yang dilakukan di masa ketika saya menjadi
karyawan, maka ini merupakan check up saya yang pertama. Dan memang harus diakui,
medical yang dilakukan pun juga lebih komplit dari check up saat fase
penerimaan.
Contohnya, bila saat penerimaan
tidak ada jadwal konsultasi dengan dokter spesialis, maka ketika medical kali
ini, juga dilakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung dan THT. Lalu,
sebagai pendukung data untuk dokter jantung, dilakukanlah yang namanya
treadmill. Bila ada yang belum tahu treadmill, wah kemane aja ente…hehe…intinya
kita berjalan cepat dan berlari di mesin yang otomatis terus berputar.
Kecepatan mesin akan terus bertambah setiap 3 menit sekali, terakhir setelah 9
menit, mesin akan berputar cepat sehingga mau tidak mau kita harus berlari
untuk mengimbanginya.
Oke, cukup pendahuluannya. Sekarang
cerita agak detail yah.
Perjalanan kemarin dimulai dari
kantor di Wisma Pondok Indah. Total personel yang berangkat ada saya, Pelindra,
Fahmi, Mas Bimbi, Sandi, Adi, dan Pak Taufik. Kita berangkat sekitar jam 7 dan
untuk menghindari macet di jalan panjang (gara2 busway neh) maka kita memilih
memutar lewat tol BSD dan terus melewati jalan perumahan hingga tembus lagi di
tol Tangerang. Sampai di Rumah sakit sekitar jam 8-an, kita dipersilahkan untuk
menunggu di Guest Room dan mengganti pakaian kita (pakaiannya seperti yang
terlihat di foto yah).
Kemudian
kita mulai dipanggil secara bergantian. Saya termasuk orang yang
dipanggil duluan. Tes yang pertama dilakukan ialah tes standar. Kita diukur
tinggi dan berat badannya, diukur tensinya dan diambil darahnya untuk
pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian kita akan diukur denyut jantungnya dengan
alat yang kalo ga salah namanya kardiograf. Yang pasti sekujur badan kita
ditempeli dengan alat2 pengukur, yang total katanya ada sekitar 10 buah. Dari
sana nantinya akan didapatkan grafik denyut jantung kita seperti apa.
Next,
setelah menunggu lagi beberapa lama, tes dilanjutkan dengan konsultasi dengan
dokter umum. Saya ditanya detail tentang riwayat kesehatan saya dan keluarga. Diperiksa
mata, gigi, dicek lagi denyut nadinya. Standar gitu deh pokoknya. Dari sini
ketauan deh oleh dokternya kalau salah satu gigi saya ada yang berlubang. Yah,
tambalannya sedang copot seh. Untung saja dokternya tidak tahu kalau ibu saya
adalah dokter gigi, wah bisa dicela abis-abisan saya…hehe..
Kemudian
pemeriksaan dengan USG dilakukan untuk melihat fungsi alat2 dalam tubuh,
seperti ginjal, dll. Yang lucu di pemeriksaan ini ialah perawatnya yang
bolak-balik ngoceh, dan setiap ingin menanggapi, sang perawat dengan sigap
selalu menyuruh tahan nafas dan hembuskan..hhh…
Kemudian
test paru-paru dilakukan dengan menahan nafas dan menghembuskannya
kencang-kencang di satu selang yang dihubungkan dengan alat pengukurnya. Karena
kebetulan kompor di rumah sudah memakai elpiji, yah kontan saya agak kurang
terbiasa ketika diminta untuk meniup. Akhirnya, harus diulangi dua kali deh
testnya. Test berikutnya ialah test urine. Yang ini sih test biasa dan memang benar-benar sudah
dipersiapkan sebelumnya dengan cara minum air banyak-banyak dan menahan untuk
mengeluarkannya dari pagi.
Nah, sehabis test ini baru kemudian
kita diperbolehkan untuk sarapan. Oh ya, saya lupa bilang kalau sebelum medical
check up kita diminta untuk puasa dulu dari jam 10 malam. Kebayang khan gimana
laparnya kita waktu itu. Saat sarapan itu, tercatat waktu menunjukkan pukul 10
lewatan.
Test
selanjutnya ialah test pendengaran. Kita dimasukkan ke dalam satu bilik kecil
dan kemudian kita diberikan earphone. Setiap kali ada suara yang terdengar,
kita diminta untuk menekan tombol yang tersedia di sana. Yang membuat susah,
semakin lama suara yang ada itu semakin kecil, sehingga nyaris tidak terdengar.
Cuman sebetulnya seh test ini bisa disiasati. Perawat yang mengaktifkan suara
ada di depan kita. Ketika ia ingin mengaktifkan suara, bisa dilihat dari
tangannya yang bergerak. Jadi, tinggal diikuti saja, hehe..
Next
step, yang paling melelahkan..Treadmill…Seperti yang saya bilang sebelumnya,
testnya dibuat bertahap, setiap 3 menit kecepatan bertambah. Sebelum dimulai
seluruh badan kita dipasangi lagi alat2 yang sama saat pemeriksaan jantung. Maksudnya
untuk mengukur denyut jantung kita. Sebetulnya testnya asyik juga karena
sekalian olahraga. Tetapi, jujur lama-lama bosan juga. Bolak-balik nanya jam
sama sang perawat dan mungkin gara-gara itu treadmill saya distop di menit
ke-10. Memang seh di awal dia sempat bilang 10 menitan. Tetapi, setelah test
saya baru tahu kalo sebetulnya lama treadmill-nya itu tergantung dari denyut
jantung kita. Kalau dirasa denyut jantung kita masih belum terlalu tinggi
treadmill bisa dilanjutkan terus. Wah, sebetulnya seh saya masih kuat, tapi
sudah keburu distop seh [hehe...ini seh pembelaan diri].
Langsung
disambung dengan konsultasi dengan dokter jantung. Ditanya semua historikal
penyakit lagi, kebiasaan-kebiasaan yang bisa menjadi penyebab penyempitan
pembuluh darah atau istilah kerennya jantung koroner. Alhamdulillah, masih
dianggap normal. Tetapi tetap diminta untuk rajin olahraga dan menurunkan
sedikit berat badan [walopun dia bilang masih batas normal..tetep pembelaan
diri].
Test selanjutnya ialah test
rontgen. Hasilnya belum ketauan, yang pasti standar lah testnya. Terakhir, kita
dipertemukan dengan dokter THT. Terus terang ini dokter yang paling seram di sana. Ibu-ibu, rambut
merah dan memakai senteryang diikat di kepalanya. Bicaranya tegas, bahkan perawat di sana
pun sebelumnya kena semprot terlebih dahulu di kala persiapan dirasa kurang.
Yup, akhirnya semua test selesai.
Kita makan siang, dan karena ada beberapa teman-teman yang masih belum selesai
saya dan lainnya ngaso-ngaso dulu di ruang tunggu sambil menyetel TV. Karena
acara yang tersedia siang-siang bolong begitu adalah acara gosip dan berita,
jadilah kita bergosip2 ria, mulai dari masalah artis ampe masalah perabotan
rumah tangga.
Sebetulnya jenis medical check up
yang kita jalani belumlah jenis yang paling lengkap. Saya sempat membaca brosur
penawaran di sana sekilas, paket yang kita jalani sebetulnya baru paket kedua, yaitu silver.
Masih ada paket Gold, Platinum dan lain-lain yang lebih komplit dan yang pasti,
mahal. Di paket silver ini hanya ada 2 dokter spesialis. Bila
teman-teman ada yang tertarik untuk paket-paket lainnya, jumlah dokter
spesialis dan jenis testnya semakin banyak. Ada dokter kulit, gigi hingga
kelamin..
Moral
storynya, paling tidak karena adanya medical check up ini kita kembali
diingatkan akan pentingnya pola hidup sehat. Beberapa teman-teman yang merokok
kebagian diceramahi panjang lebar oleh sang dokter di sana. Yup, semangat untuk
memperbaiki diri soal kesehatan ini kembali berkobar. Bahkan kita sempat
berikrar untuk ikut salah satu klub kesehatan yang lokasinya dekat kantor dan
sekarang kebetulan menawarkan program promosi. Hmm..mantap bukan.
Akhirnya,
pulanglah kita ke titik start kita dengan keinginan merubah diri. Melewati
daerah Pondok Kusir, teman mengusulkan ada tempat roti dan mie Aceh yang enak
di sana. Mampir ke sana, baru tahu kalau Roti Ceni khas Aceh itu dimakannya
barengan dengan kaldu kambing…Wah kolesterol dan tekanan darah naek mendadak
lagi neh…Pulang kantor jam 4an, ada teman yang mengajak untuk
ketemuan di Obonk Cilandak. Ada urusan penting katanya. Wah kontan menolak lah.
Ga enak dengan dokter jantung kalau langsung secepat itu memanjakan perut ini.
Tempat pun kontan diganti ke rumahnya saja. Malamnya, sehabis ketemuan ini, teman kuliah
mengajak untuk kerja kelompok di Plaza Senayan. Sempat nongkrong beberapa lama
di salah satu kedai kopi di sana, karena kemalaman akhirnya kita harus pindah
ke tempat lain yang tutup lebih malam. Akhirnya cuma bisa ketemu dengan
restoran fast food 24 jam. Yah nasib, secepat itu harus ketemu dengan godaan.
Untung saja, medical check up berikutnya masih 1 tahun lagi..:)
NOTE :
Buat semua…tetep jaga kesehatan yah, ingat..Men Sana In Corpore Sano…di
dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat